Friday, July 21, 2017

Aku pernah, namun tidak lagi




Aku pernah merasa sendiri dan sakit hati
Berdiri dan berjalan tanpa arah berarti
Ingin menangis tapi tak ada yang mengerti
Hingga rasa yang ku punya seakan mati

Aku jadi terbiasa menahan diri
Mengganggap luka sebagai bagian sehari hari
Tetap tersenyum meski hatiku nyeri
Dan mencoba tetap bangun setiap pagi

Lalu, waktu yang membawa kita bertemu
Perlahan sikapmu yang meyakinkan aku
Bahwa ada hati yang tersembunyi di situ
Cinta yang selama ini ternyata menunggu

Jika kamu menemukanku lebih cepat dari ini
Aku mungkin akan enggan membuka diri
Hanya meminta bahu untuk kusinggahi
Tanpa ada cerita yang ingin kubagi

Namun yang kamu lakukan sungguh berbeda 
Kau tunjukkan wujud cinta yang tak sama
Bahwa bahagia itu ternyata masih ada
Dan bersamamu aku bisa meraihnya

Kini aku hanya ingin tulus tersenyum
Menangis tak akan mengubah apapun
Ini, kuserahkan tanganku untuk kau rangkum
Dan kita ciptakan kisah yang baru


Tuesday, June 6, 2017

Tak Perlu Banyak Kata

Mengenalmu bagaikan (akhirnya) menemukan oase dalam padang pasir gersang yang aku jalani beberapa waktu lamanya...

Menginginkanmu bagaikan (akhirnya) memahami bahwa manusia membutuhkan udara segar untuk bernafas dengan lancar...

Sayang...
Menemukanmu setelah jatuh bangunku selama ini, membuktikan bahwa aku masih mempunyai hati yang ingin mencintai dan dicintai..

Lalu itu semua akhirnya membuatku tersadar dengan mata terbuka lebar, bahwa aku masih punya pilihan untuk bahagia..

Dan aku memilih kamu. Dengan segala hal yang pernah, sedang, dan akan aku miliki sebelum bertemu kamu, mendadak jadi tak berarti lagi, ketika aku menengok pada hati yang kosong tak berisi.

Lalu kamu hadir dan memenuhi hatiku dengan rasa dan cinta yang tak pernah kuterima sebelumnya. Dan hatiku tau harus memilih apa..

Jika kelak ada siapapun yang bertanya "Mana yang kau pilih : Harta, kuasa, atau cinta?"

Maka kurasa tak perlu banyak kata. Cukup lihat saja apa yang sudah aku lakukan hanya agar bisa bersama denganmu.

Wednesday, May 17, 2017

Entah Apa Aku Ini

Nggak punya diary, jadi biarlah gw curhat aja di sini..

Nulis ini sambil nangis malem malem..
Ngerasa diri gw ga berguna banget.
Lo ngerti ga rasanya? Di saat seseorang yg gw sayang dan gw tau dia lagi ngalamin waktu yg berat dalam hidupnya, gw sebenernya bisa bantu dia, tp justru dia ga mau gw bantu. Dia lebih milih minta bantuan temen ketimbang gw.
Rasanya kayak apa coba itu?
Kayak sampah... Ada, tapi ga dianggep. Ada, tp ga berarti. Ada, tapi ga sudi diambil.
Dan itu asli sakit banget..

Bukan karena gw yang ga dianggep lho
tapi karena gw harus rela ngeliat dia kesulitan tapi ga boleh berbuat apa2 pdhl sebenernya gw bisa...

Coba gw gambarin ya dg analogi lain

orang yg lo sayangin, lagi sakit parah dan butuh donor darah segera. darah lo cocok buat dia, tapi dia ngelarang lo ngasih darah lo buat dia. pdhl kalo ga ditolong segera, harapan hidupnya tipis. tp dia kekeuh nolak darah lo dan milih utk minta temennya yg ngedonorin buat dia.

Gimana? Rasanya pait dan sakit gak sih?

ya kayak gitu yg lagi gw rasain skrg..

entahlah..
Mungkin yg bisa gw lakuin cuma meluk dia.. meski gw tau, gw bisa lakuin sesuatu buat dia...

Saturday, May 13, 2017

Be with you in our ups and downs

Love...

Ini adalah apa yang tak sempat terungkap padamu setelah yang kita lewati bersama hari ini..

Ini adalah apa yang tadinya ingin kusampaikan namun tidak kamu berikan kesempatan..

Ini adalah apa yang hendak kuucapkan saat aku meminta sejenak waktumu namun yang kudapat hanyalah punggungmu yang menjauh pergi..

Love...

Aku pun tak mengerti bagaimana mengatakannya, tapi kemarin kamu meyakinkanku, apapun yg aku rasakan, tak perlu segan untuk bilang padamu..

Jadi ijinkan aku mencobanya ya...

Love...

Entah mengapa aku merasa semakin mengenal hati kamu.. Bahkan tanpa mengucapkan sepatah katapun, aku tau jika ada sesuatu yang terjadi sama kamu.. sekecil apapun perubahan suasana hatimu, aku bisa merasakannya..

Dan kamu, tadi mendadak bosan ketika kita jalan bersama, karena bukan hanya berdua saja hari ini.. Lalu sebuah pesan dari kenalan baru membuat sedikit cerah di wajahmu. Dan itu mendadak menurunkan moodku juga..

Love...

Apakah aku perlu mengingatkan kembali bahwa kita sudah sama sama berjanji jika ketika kita sedang jalan berdua, kita akan fokus dan tidak terinterupsi oleh pihak lain kecuali ibumu dan ibuku? Agar kita bisa menghargai kebersamaan kita?

Aku telah melakukan bagianku, sayang.. puluhan telpon dan pesan dari dia yang kau tau siapa, tak pernah sekalipun aku hiraukan ketika aku sedang bersama kamu.. meski konsekuensinya amarah darinya pun aku tak peduli asal kamu bisa melihat bahwa aku lebih mendahulukan kebersamaan kita...

Lalu apakah kamu tau rasanya ketika aku melihat kamu membalas pesan dari orang lain ketika aku bahkan di sebelahmu dan justru kamu kesal karena aku mengingatkan komitmen kita?

Selain itu, keberadaan seseorang yang ada di situ juga membuatmu jenuh dan berpikir jauh..

Love...

Perjalanan kita hari ini, membuka mataku dan menyadarkan diriku.. bahwa kebersamaan kita itu selayaknya memang hanya berdua saja.. tanpa siapapun berada di antara.. karena aku tau, kamu menginginkan aku seutuhnya hanya untukmu..

Dan ketika ada yang menyelip di antara kita, kamu tak merasa bahagia.. dan itu pun tak membuat aku bahagia..

Love...

Aku sudah memutuskan ini untuk kita.. Kelak, jika kita sudah siap hidup bersama, aku tak akan membawa siapapun untuk berada di tengah kita.. cukup hanya ada kamu dan aku, kita berdua..

Aku ingin bahagia bersama kamu saja, sayang... Aku ingin bahagiamu juga hanya bersamaku saja..

Friday, May 12, 2017

Lebih dari sekedar

Aku menginginkanmu lebih dari sekedar ini
Lebih dari sekedar menatap wajahmu
Lebih dari sekedar mendengar suaramu
Lebih dari sekedar membaca tulisanmu
Lebih dari sekedar memeluk tubuhmu

Semua tentangmu tak akan pernah cukup hanya “sekedar”
Karena aku tak mau hanya jadi sekedar juga bagimu
Aku ingin menjadi sesuatu yang kau anggap berarti
Yang kau inginkan tanpa perlu mencari apa apa lagi

Seperti aku yang tau bahwa tak ada lagi yang kubutuhkan selain kamu
Jalan tak mungkin selalu indah dan bahagia
Bahkan cinta juga tak akan pernah sempurna
Kelak akan kita temui halangan juga kesulitan

Namun di antara semua itu, aku hanya ingin menjalaninya bersama denganmu


for MN

Thursday, April 27, 2017

Aku mencintaimu, dengan segala kebodohan dan keegoisanku. 

Untuk itu, aku minta maaf... 


for MN

Wednesday, April 26, 2017

Bu...

Bu,

Kau di mana?
Masihkah ada di suatu tempat di mana kau bahkan tak tau seperti apa aku?
Jadi mari kuberi tau sedikit tentang aku ya...
Meski mungkin kau tak peduli, tapi setidaknya ini yang bisa aku sampaikan


Bu,

Sampai saat ini aku masih tak tau apa gunanya aku ada di dunia ini
Ah, aku dulu selalu berpikir bahwa agar aku berguna bagi dunia, maka yang perlu aku lakukan adalah berusaha membahagiakan semua orang yang ada di sekitarku. Tanpa peduli apakah aku sendiri akan bahagia.
Semua aku lakukan agar orang lain berterima kasih padaku lalu setidaknya memandangku ada sebagai manusia.
Sampai aku lupa seperti apa rasanya bahagia atas keinginanku sendiri.
Sampai aku lelah dan menyadari bahwa usiaku tak lagi dini dan sisa hidupku mungkin tak lama lagi.

Bu,

Lalu datang seseorang yang mendadak menjadi amat berarti bagiku. Mengisi hari hariku dengan tawa dan ceria. Dan dia yang mengijinkan aku untuk menikmati hidupku dan menunjukkan padaku bahwa aku berhak bahagia dengan apa adanya diriku, dengan melakukan apapun yang aku mau.
Dia juga yang membantuku, mendukung semua yang aku inginkan hanya untuk menerbitkan senyuman itu di wajahku, memastikan bahwa aku bahagia.

Bu,

Namun tampaknya aku sudah lewat batas, aku menjadi manusia egois yang seringkali hanya memikirkan diriku sendiri. Dan ini pun rasanya salah. Semua pilihan yang aku lakukan selalu saja salah. Aku jadi menghalanginya memiliki bahagianya sendiri, karena sekarang aku seakan memaksanya untuk memenuhi semua bahagiaku. Dan itu hanya akan menjauhkannya dariku.

Bu,

Aku harus apa? Aku tak tau harus berbuat apa untuk menjalani hidupku sendiri. Aku ingin membuatnya bahagia, namun aku juga ingin tetap merasakan bahagia yang baru kali ini aku mengerti rasa indahnya. Apakah itu mungkin? Apakah bisa aku melakukan keduanya dalam satu waktu yang bersamaan? Ataukah memang itu semua hanya pilihan? Membahagiakan semua orang atau membahagiakan diriku sendiri.

Bu,

Kau membuatku bingung. Aku masih saja tak mengerti mengapa kau membiarkan aku tetap hidup waktu itu. Kau membuatku terlalu takut untuk memahami diriku sendiri. Kau membuatku gamang tentang apa yang aku inginkan.

Bu,

Apakah waktu bisa diputar kembali? Jika bisa, maukah kau menunjukkan padaku bagaimana caranya untuk bahagia tanpa menjadi egois?

Wednesday, April 19, 2017

Love..

Love,

aku tidak menyukai berada jauh darimu. Tak terlihat, tak tersentuh, tak terbaca.
Jika aku sakit, rasanya akan lebih menyakitkan melalui semuanya tanpamu di dekatku. Aku butuh pelukanmu yang membuatku nyaman. Aku butuh dekapanmu yang memberikan aman. Aku butuh belaianmu yang menentramkan. Aku butuh kecupmu yang menenangkan. Intinya aku butuh kamu.

Love,

aku menuliskan ini dengan sesak di dada. Dengan menahan rasa yang terus ingin keluar lewat mata. Entah apakah hati kita sudah bisa saling merasa. Aku merindukanmu, teramat merindukanmu. Setiap hari pertemuan pun rasanya tak akan pernah dapat mencegah rindu ini datang ketika waktu berlalu dan memisahkan kita, meski sementara.

Love,

aku memang tak sempurna, tak juga luar biasa. Tapi aku ingin kamu tau, untukmu aku akan memberikan yg terbaik, meski yg aku usahakan mungkin bagimu tak seberapa. Aku mau memulai semuanya dari nol bersamamu, asalkan kamu berjanji untuk selalu menggenggam tanganku.

Love,

aku tak pernah tau kapan hidup yang singkat ini akan berakhir. Bahkan aku tak sanggup memikirkan apabila kelak tiba saatnya. Apakah boleh aku meminta sesuatu padamu? Jaga dirimu dengan baik agar bisa lebih lama kita berbahagia bersama.. Bukankah kamu ingin kita bisa hidup menua berdua? Janji ya?

for MN

Monday, April 10, 2017

Meninggalkan Cerita Ini

Meninggalkan Cerita Ini
by The Rain


Telah kau curi satu keping hatiku
Kau bawa dalam tiap untai senyumanmu
Kau juga yang hancurkan semua mimpi ini
Kau pugar hanya untuk kau remukkan lagi


Jadi biarlah aku pergi
Meninggalkan cerita ini
Pedih memang perih
Tapi ku mengerti
Kuselipkan doa di tiap langkahmu

Jadi biarlah lagu ini indah bersembunyi di hati
Percayalah ku takkan kembali
Walau aku tak tau lagi
Kemana akan menuju

Entahlah apa lagi misteri 
Yang dibawa waktu singgah di hidupku



Jadi biarlah aku pergi
Meninggalkan cerita ini
Pedih memang perih
Tapi ku mengerti
Kuselipkan doa di tiap langkahmu

Jadi biarlah lagu ini indah bersembunyi di hati
Percayalah ku takkan kembali
Walau aku tak tau lagi
Kemana akan menuju

Sungguhkah?

Kita yang sama sama pernah terluka, menjadikan hati yang masih kita miliki saat ini jadi meragu.. 
Kamu meragukan aku yang mencintaimu dengan sisa hati yang aku punya.. meskipun telah kucoba meyakinkanmu namun aku tau, lukamu masih belum sembuh untuk bisa kamu gunakan untuk menerima cinta yang baru dariku. 
Dan aku bertanya tanya… seberapa jauh kamu mau bertahan bersamaku dengan hati yang seperti itu.. 


Kamu dan ketakutanmu akan rasa sakit yang dulu, seakan tak ingin dan tak mau lagi mengutuhkan cintamu pada satu hati seperti dulu. Tapi bisakah aku mencoba untuk menunjukkan bahwa aku bukan dia? Bahwa aku tak akan pernah jadi pihak yang pergi meninggalkan hubungan ini?


Dulu cintamu padanya memang buta, sehingga tak kamu lihat apapun selain dirinya yang jadi pusat kehidupanmu. 
Dan kini caramu mencintai tak seperti itu lagi. Kamu mencinta dengan kedua mata terbuka dan melihat berbagai kemungkinan yang ada di sekitarmu. 
Itu kadang membuatku meragu, sungguhkah aku yang akan kamu pilih untuk menemanimu menjalani hari harimu kelak? 


Aku, yang 10 tahun lebih tua darimu, seperti yang sering kamu bilang, bahwa kelak jika waktu kita sudah mulai senja, kamu selalu akan masih lebih segar sementara aku mungkin sudah tak bisa apa apa.. Sungguhkah kamu akan memilih aku?


Aku, yang hanya punya pekerjaan sederhana terbatas usia dan tenaga, mungkin hanya bisa memberikan materi tak seberapa untuk kehidupan kita bersama. Sementara saat ini kamu punya dia, pria yang setara dan sanggup bekerja keras agar kelak bisa menyediakan apapun yang kamu inginkan.. Sungguhkah kamu masih akan memilih aku?


Aku, yang pasti akan lebih dulu tak berdaya dibanding kamu yang jauh lebih muda, sementara kamu punya banyak kesempatan untuk mencari dan mendapatkan siapapun yang kamu mau untuk menemanimu.. Sungguhkah kamu masih akan tetap memilih aku?


Aku, yang kebersamaannya denganmu masih sulit diterima dunia, juga yang entah bagaimana kelak kamu akan menjelaskan pada keluargamu, sementara tentu akan lebih mudah jika kamu menurut saja dengan apa yang mereka harapkan darimu.. Sungguhkah kamu masih akan tetap bertahan memilih aku?


Sayang, aku ingin kita bahagia. Dan sampai kapanpun kamu tau, bahagiaku itu kamu, bersamamu. Jelas aku berharap sebaliknya juga. Namun jika bahagiamu bukanlah aku, maka aku tak akan berkata bohong dan munafik seperti yang dikatakan semua orang. Tidak, aku selamanya tidak akan pernah rela melihatmu bahagia bersama orang selain aku. 




Jadi katakan padaku dengan cara apa aku bisa membuatmu bahagia, dan akan kulakukan semua agar kita bisa tetap bersama. Jika itupun tak lagi cukup, dan yang kamu minta telah melebihi batas kuasaku, maka kumohon biarkanlah aku tetap berada di sisimu dan menemanimu mencari bahagiamu. Meskipun mungkin aku terluka, tapi tak apa asal aku bisa memastikan bahwa kamu tersenyum di sisiku sebelum kita menutup mata..

*for MN*

Friday, April 7, 2017

Taukah Kamu...?

Taukah kamu sayang...

Jika aku diberikan 1 permintaan yang pasti akan dikabulkan, maka aku akan meminta ini :

kamu bahagia dalam setiap langkah hidupmu

Jika aku diberikan 1 kesempatan utk mengulang waktu, maka aku akan meminta ini :

bertemu kamu lebih cepat agar aku dapat mencintaimu lebih lama...

Dan jika aku memiliki kekuatan utk melakukan 1 hal yang ajaib, maka aku akan lakukan ini :

menghapus luka di hatimu agar kamu bisa mencintaiku tanpa rasa takut seperti saat ini

Terakhir, jika aku hanya bisa mengucapkan 1 kalimat terakhir dalam hidupku, maka aku akan katakan ini :

aku tulus mencintaimu, sayang...

Aku pernah, namun tidak lagi

Aku pernah merasa sendiri dan sakit hati Berdiri dan berjalan tanpa arah berarti Ingin menangis tapi tak ada yang mengerti...