Sebersit kenangan tiba tiba melintasi malamku. Aku teringat semangat yang kamu sampaikan padaku dulu hingga terakhir kita bertemu. "Fi, lanjutkan impianmu jadi penulis puisi."
Dan entah mengapa kau masih belum juga mengerti. Memangnya kau pikir darimana inspirasi menulisku itu datang? Langit?
Bukan. Tapi kau.
Semua hal dapat kujadikan bahan bagi inspirasiku menulis selama itu berhubungan dengan kau.
Hujan. Pelangi. Malam. Cinta.
Masa indah yang kulewati bersamamu dapat dengan mudah kulukiskan dalam puisi. Bahkan hingga saat kau pergi dan meninggalkan luka dalam di hatiku, kau tetap jadi bahan tulisan puisi pedihku.
Kini semua rasa itu telah berlalu. Dan aku pun berhenti menulis apapun. Untuk apa? Kau toh tak lagi ada..
Sudahlah, kulupakan saja impianku itu. Sama seperti kau yang telah melupakanku..
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kamu dan Segala Sesuatu yang Tidak Sempurna
Be, aku menulis ini dengan segala perasaan paling campur aduk yang pernah aku alami. aku tidak membenci kamu, namun aku juga tidak menger...
-
Terdapat artikel di salah satu surat kabar atau majalah, terasa lucu dan menarik artikel ini. Isinya sebagai berikut : Suatu...
-
I didn't ask you to be here with me everytime I just need you to be there when i run to you I didn't ask you to say ...
No comments:
Post a Comment